Jumat, 05 Oktober 2012

RPP Bahasa Indonesia Kelas V


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Satuan Pendidikan :
Mata Pelajaran       : Bahasa Indonesia
Kelas/Semester      : V/1
Alokasi Waktu        : 8 x 35 menit

A.    Standar Kompetensi : Mengungkapkan pikiran, perasaan, informasi, dan pengalaman secara tertulis dalam  bentuk karangan,  surat undangan, dan dialog tertulis.
B.     Kompetensi Dasar: Menulis surat undangan (ulang tahun, acara agama, kegiatan sekolah, kenaikan kelas, dll.) dengan kalimat efektif dan memperhatikan penggunaan ejaan.
C.     Tujuan Pembelajaran:
Pertemuan 1
Setelah pembelajaran pada pertemuan 1 ini diharapkan siswa dapat:
1.     menyebutkan bagian-bagian surat undangan secara lengkap;
2.     menulis surat undangan ulang tahun dengan baik dan benar;
Pertemuan 2
Setelah pembelajaran pada pertemuan II ini diharapkan siswa dapat:
3.    
4.    
Setelah pembelajaran pada pertemuan II ini diharapkan siswa dapat:

D.    Materi Pembelajaran : Surat undangan ulang tahun.
E.     Metode Pembelajaran : Diskusi – Penugasan – Presentasi
F.     Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan I
1.     Kegiatan Pendahuluan
a.     Apersepsi
Mengajukan pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan kegiatan ulang tahun kemudian saling menanggapi seperlunya,misalnya:
1)    Siapa yang pernah merayakan hari ulang tahun? Siapa saja yang diundang? Apakah kamu merasa senang?
2)    Siapa yang pernah menghadiri acara ulang tahun teman? Apakah kamu diundang? Apa yang kamu lakukan di sana?
b.     Motivasi
Guru mengajak siswa bersama-sama menyanyikan lagu “Selamat Ulang Tahun”.

c.      Informasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapaai dalam pembelajaran ini.

Menyampaikan tujuan pembelajaran serta nilai budaya dan karakter bangsa

2.     Kegiatan Inti
a.     Eksplorasi
-         Siswa mencermati beberapa contoh surat undangan ulang tahun dan penjelasan guru. (NK: rasa ingin tahu)
-         Siswa mendiskusikan bagian-bagian yang ada pada surat undangan ulang tahun. (NK: rasa ingin tahu)
b.     Elaborasi
-         Mengidentifikasi bagian-bagian surat undangan ulang tahun, meliputi : tempat dan tanggal pembuatan, alamat yang diundang, pembuka surat, isi surat, penutup, nama dan tanda tangan pengundang. (NK: rasa ingin tahu dan kreatif)
-         Secara berkelompok, menuliskan surat undangan ulang tahun. (NK: bekerja sama, kerja keras, saling menghargai)
c.      Konfirmasi
-         Menuliskan simpulan hasil diskusi. (NK: kreatifitas, tanggung jawab, kerja keras)
-         Menempelkan surat undangan ulang tahun. (NK: keberanian)
-         Siswa dan guru menyampaikan komentar terhadap hasil pekerjaan siswa. (NK: saling menghargai)
3.     Kegiatan Penutup
-         Guru memberikan tindak lanjut
-         Guru dan siswa melakukan refleksi
Pertemuan II
1.    
2.    
3.    
G.    Sumber/Media/Alat Pembelajaran
-         Buku Pelajaran “Aku Cinta Bahasa Indonesia”.
-         Contoh-contoh surat undangan ulang tahun.
-         Kertas plano, isolasi, lem, spidol.


-          
H.    Penilaian Pembelajaran
Indikator Pencapaian Kompetensi
Penilaian
Teknik
Penilaian
Bentuk
Instrumen
Instrumen
Kunci Jwbn
Bobot/ Skor
Dapat menyebutkan bagian-bagian surat undangan ulang tahun
Lisan
Uraian
Bagian apa saja yang ada pada surat undangan ulang tahun?
Tempat dan tanggal pembuatan surat, alamat yang dituju, salam pembuka, pendahuluan, isi, penutup, tanda tangan pengundang
6
Dapat mengidentifikasi bagian-bagian surat undangan ulang tahun
Tulis
Uraian
Tuliskan pokok-pokok yang perlu di tulis pada setiap bagian surat undangan ulang tahun!


Dapat menuliskan surat undangan ulang tahun.
Tulis
Uraian
Tuliskan surat undangan ulang tahun!
(yang dinilai hasil/ surat undangan ulang tahun yang memenuhi unsur-unsur di atas)
12

NA =
Skor Perolehan
x 100
Skor Maksimal

            atau
NA =
Skor Perolehan
x 100
18

                                                                                                Jatilawang, 12 Juli 2010
            Kepala Sekolah                                                       Guru Kelas


           
                                    

Senin, 18 Juni 2012

MENUMBUHKAN JIWA CINTA TANAH AIR YANG SEMAKIN PUDAR

pada era sekarang banyak pemuda dan pemudi bangsa yang tak mau dan tak pernah mengenal akan bangsanya sendiri padahal untuk mencintai bangsanya sendiri kan harus mengenal dulu apa yang dia cintainya......mau di bawa kemana bangsa ini jika meraka yang menjadi harapan bangsa itu tidak pernah peduli akan bangsanya sendiri???ayo lah marii kita menghargaii bangsa kita sendiri,dan mari kita majukan bangsa kita sendiri,agar bangsa kita menjadi bangsa yang terkaya,termaju dan teraman didunia

Senin, 02 Januari 2012

PEMUDA DAN PEMUDI HARAPAN BANGSA

Pemuda dan pemudi harapan bangsa seharusnya mempunya wawasan yang luas agar berfikir kritis terhadap semua masalah yang ada di indonesia, pemuda harapan bangasa juga harus memiliki budi pekerti yang baik, moral yang baik, iman yang kuat agar suatu saat nanti  pemuda dan pemudi di indonesia dapat memimpin indonesia ini kearah yang lebih maju disegala bidang.
tapi kenyataan sekarang pemuda di indonesia rata-rata hanya mementingkan kesenagan dan foya-foya saja, moral juga masih bobrok bagaimana bisa maju indonesia ini,

BAHASA ARAB


Sunan Gunung Djati-Mana penulisan kata/istilah yang benar: ustadz, ustad, atau ustaz? Tanpa melihat dulu Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), menurut saya penulisan yang benar adalah ustadz.
Pasalnya, “dz” merupakan transliterasi paling pas buat huruf “dzal” (ذ ) dalam bahasa Arab. Huruf ”d” untuk “dal” (د ) dan “z” untuk “zay” (ز).
Memang, sudah ada pedoman transliterasi (alih aksara) Arab-Indonesia berdasarkan Surat Keputusan Bersama Meneri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tanggal 22 Januari 1988, antara lain sebagai berikut:


Arab
Latin
Arab
Latin
Arab
Latin
ا
`
ز
z
ق
q
ب
b
س
s
ك
k
ت
t
ش
sy
ل
l
ث
ts
ص
sh
م
m
ج
j
ض
d
ن
n
ح
h
ط
t
و
w
خ
kh
ظ
z
ه
h
د
d
ع
ء
ذ
ż
غ
g
ي
y
ر
r
ف
f

-
Namun, tidak semua orang mengacu kepada pedoman itu, mungkin karena tidak mengetahuinya atau mengetahuinya tapi merasa “tidak sreg” sehingga mengabaikannya. Apalagi, masing-masing media memiliki “buku gaya” (style book), yakni pedoman penulisan, sendiri-sendiri. Simak saja, misalnya, koran Pikiran Rakyat menulis Ka’bah dengan “Kabah”, Ustadz dengan “ustaz”, istiqomah dengan “istikamah”.
Transilterasi Arab-Indonesia yang sering berbeda adalah untuk penulisan huruf/kata antara lain sebagai berikut:
Tsa (ش) : hadits – hadis
Kho (خ ) : khilaf – hilaf,
Dzal (ذ ) : ustadz – ustad, ustaz
Ain mati (ع ) : ka’bah – kabah, ma’ruf – maruf,
Gha (غ) : maghrib – magrib, istighfar – istigfar, ghafur-gafur
Shad (ص ) : shalat-salat, solat, sholat
Sebagian istilah atau kata bahasa Arab sudah diserap menjadi bahasa Indonesia, seperti sedekah (shodaqoh), gaib (ghaib, ghoib), magrib (maghrib), azan (adzan), kalbu (qolbu), batin (bathin), wasalam (wassalam), dan sebagainya.
Namun, lagi-lagi, penulisan kata-kata tersebut sering tidak seragam. Jadi, sekali lagi, meskipun sudah ada pedoman Transliterasi Arab-Latin SKB Menag dan Mendibud, tidak jarang buku-buku pelajaran agama ataupun buku agama yang lain masih belum seragam mengeja kosakata Arab tersebut.
Ada kecenderungan untuk menuliskan konsonan bahasa Arab itu dalam bentuk huruf ganda, seperti dl, dh, dz, sh, gh, th, ts. Padahal, menurut pakar bahasa, huruf ganda seperti itu tidak ada dalam sistem ejaan Indoesia. Oleh sebab itu, seharusnya tidak digunakan dalam menuliskan unsur serapan bahasa: